Bima Meigataqwa, S.Si
Dipublikasikan 22 Oktober 2026
WONOSOBO, 22 Oktober 2026 – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Wonosobo menerima kunjungan study tiru dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinpermasdes P2KB) Kabupaten Demak pada Kamis (22/10/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk menggali praktik baik pembinaan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di Kabupaten Wonosobo guna mewujudkan sekolah yang peduli terhadap isu kependudukan.
Rombongan Kabupaten Demak dipimpin oleh Indah Kusumawati, S.SiT., SKM., M.Kes., selaku Kepala Bidang KBK dan KK, bersama Puryadi, S.H., M.M., selaku Kepala Bidang P2PP. Kunjungan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman antarpemerintah daerah dalam memperkuat pelaksanaan program pembangunan kependudukan melalui satuan pendidikan.
Dalam sambutannya, pimpinan rombongan Kabupaten Demak menyampaikan bahwa kegiatan study tiru ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi dan pembelajaran mengenai strategi pembinaan, pendampingan sekolah, inovasi program, serta pelibatan guru dan peserta didik dalam penyelenggaraan SSK. Berbagai informasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan penguatan pembinaan SSK di Kabupaten Demak.
Wonosobo Menjadi Rujukan Pembinaan Sekolah Siaga Kependudukan
Pemilihan Kabupaten Wonosobo sebagai tujuan study tiru didasarkan pada capaian pembentukan SSK yang tinggi di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Wonosobo tercatat memiliki 175 satuan pendidikan yang telah menjadi SSK, dengan rincian 146 SSK berklasifikasi Paripurna serta 29 SSK berklasifikasi Terdaftar dan Dasar.
Selain capaian tersebut, prestasi juga diraih oleh SMP Negeri 1 Wadaslintang yang ditetapkan sebagai Penyelenggara Sekolah Siaga Kependudukan Terbaik II Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Capaian ini menjadi salah satu bukti upaya penguatan pendidikan berwawasan kependudukan di Kabupaten Wonosobo.
Keberhasilan pembinaan SSK tidak hanya ditunjukkan melalui bertambahnya jumlah sekolah, tetapi juga melalui upaya mendorong integrasi materi kependudukan dalam pembelajaran, penguatan kapasitas pendidik, serta keterlibatan aktif peserta didik dalam memahami dinamika dan persoalan kependudukan.
Melalui pendekatan tersebut, sekolah diharapkan mampu menjadi lingkungan pembelajaran yang membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya memahami kondisi penduduk, keluarga, kesehatan, lingkungan, dan perencanaan masa depan.
Paparan Arah Kebijakan, Strategi, dan Inovasi Pembinaan SSK
Dalam penerimaan rombongan, Suprapti, S.E., selaku Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DPPKBPPPA Kabupaten Wonosobo, menyampaikan paparan mengenai arah kebijakan, strategi, serta tata kelola pembinaan Sekolah Siaga Kependudukan di Kabupaten Wonosobo.
Paparan tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan pembinaan SSK, mulai dari strategi pengembangan sekolah, pendampingan, penguatan koordinasi, hingga berbagai inovasi yang mendukung keberlanjutan program. Melalui pertukaran informasi ini, rombongan Kabupaten Demak dapat memperoleh gambaran mengenai pendekatan yang diterapkan Wonosobo dalam memperluas dan memperkuat penyelenggaraan SSK.
Sekolah Siaga Kependudukan merupakan salah satu upaya strategis untuk menanamkan wawasan kependudukan kepada generasi muda melalui jalur pendidikan. Dengan mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu memahami persoalan kependudukan secara lebih dekat dan mengembangkan kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan.
Pelaksanaan SSK juga memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk perangkat daerah, satuan pendidikan, kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kondisi kependudukan serta kebutuhan generasi muda.
Memperkuat Kolaborasi untuk Sekolah Peduli Kependudukan
Kunjungan study tiru ini diharapkan menjadi sarana memperkuat sinergi dan pertukaran praktik baik antara Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Demak dalam mengembangkan program Sekolah Siaga Kependudukan.
Pengalaman dan inovasi yang dibagikan diharapkan dapat menjadi referensi bagi Kabupaten Demak untuk mengembangkan strategi pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik satuan pendidikan di wilayahnya. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi Kabupaten Wonosobo untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan menjaga keberlanjutan program SSK.
DPPKBPPPA Kabupaten Wonosobo berkomitmen untuk terus mendorong penguatan wawasan kependudukan di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang berpengetahuan, peduli, dan mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Melalui kolaborasi dan berbagi praktik baik, Sekolah Siaga Kependudukan diharapkan semakin berkembang sebagai ruang pembelajaran yang membentuk generasi muda sadar kependudukan, demi terwujudnya pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan.