Wonosobo — Dalam upaya memperkuat peran keluarga dalam pengasuhan anak serta percepatan penurunan stunting, Dinas PPKBPPPA Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pedoman TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) dan Praktik BKB KIT Stunting pada Rabu, 1 April 2026, bertempat di Ruang Rapat Kertonegoro Setda Kabupaten Wonosobo.
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas PPKBPPPA Kabupaten Wonosobo, Dyah Retno Silistyowati, SSTP. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya pengasuhan yang berkualitas sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Melalui implementasi TAMASYA dan optimalisasi BKB KIT Stunting, diharapkan keluarga memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, sekaligus menjadi bagian dari upaya nyata percepatan penurunan stunting,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dewi Yuliana Satriani, S.Si.T., M.Kes., Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Muda, yang menyampaikan materi terkait pedoman pelaksanaan TAMASYA sebagai model pengasuhan anak yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.
Selain itu, peserta juga mendapatkan sesi praktik langsung penggunaan BKB KIT Stunting bersama Hesty Undari, praktisi fasilitator peningkatan kapasitas kader BKB. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pemanfaatan alat bantu edukasi dalam memberikan stimulasi tumbuh kembang anak serta deteksi dini risiko stunting.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kader dan pemangku kepentingan dalam memberikan edukasi kepada keluarga, sehingga upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Dengan sinergi antara pemerintah, kader, dan masyarakat, Kabupaten Wonosobo terus berkomitmen mewujudkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.