WONOSOBO – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Wonosobo secara intensif memfasilitasi dan melakukan pendampingan kepada 88 Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang baru terbentuk di tahun 2026. Fokus utama kegiatan ini adalah percepatan pelaporan melalui aplikasi Simonevpenduk.org.

 

Langkah strategis ini diambil guna mendorong sekolah-sekolah penyelenggara SSK di Kabupaten Wonosobo agar mampu mencapai kriteria Klasifikasi Paripurna. Kriteria tersebut merupakan standar tertinggi yang ditetapkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam mengintegrasikan pendidikan kependudukan ke dalam kurikulum sekolah.

 

Dalam pendampingan ini, para pengelola SSK diminta untuk melaporkan serta mencukupi berbagai indikator pendukung pada aplikasi Simonev. Indikator tersebut mencakup integrasi materi kependudukan dalam mata pelajaran, pengelolaan Pojok Kependudukan, hingga kegiatan kesiswaan yang berbasis isu kependudukan.

 

Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Wonosobo menyatakan bahwa pencapaian klasifikasi Paripurna bukan sekadar status. “Jika seluruh indikator telah terpenuhi dan divalidasi melalui sistem, maka sekolah berhak mendapatkan Surat Keputusan serta Piagam Penghargaan langsung dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI,” jelasnya.

 

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan 88 SSK di Kabupaten Wonosobo dapat berkontribusi nyata dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki wawasan kependudukan yang luas serta mampu menghadapi tantangan demografi di masa depan.